Preaload Image

Sesi Ngopi Vol. 4 “Seberapa Besar Kamu Mampu Mengendalikan Emosi (Anxiety Disorder)?”

Ngopi Vol. 4 bersama  Fakhirah Inayaturrobani, S. Psi, M. A merupakan seorang Ilmuwan Psikologi

Apa Itu  “Anxiety Disorder”?

Seringkah Anda merasa cemas bahkan sampai berlebihan? Lalu, apa yang dimaksud dengan kecemasan? Kecemasan merupakan suatu keadaan aprehensi atau keadaan khawatir yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi. Kecemasan juga dapat diartikan sebagai respon kita saat menghadapi sesuatu yang dirasa mengancam seperti gejala panas-dingin dan sakit perut. Gangguan kecemasan diklasifikasikan sebagai neurosis hampir sepanjang abad ke-19. Istilah neurosis diambil dari akar kata yang berarti suatu kondisi abnormal atau sakit pada sistem saraf. Istilah tersebut pertama kali ditemukan oleh Cullen pada abad ke-18. Neurosis dilihat sebagai suatu penyakit pada sistem saraf.  Terdapat beberapa klini mengelompokkan masalah tingkah laku yang lebih ringan di mana orang-orang yang dikelompokkan di neurosis relatif masih mempunyai kontak yang baik dengan realitas sedangkan psikosis mempunyai ciri kehilangan kontak dengan realitas.

Kecemasan juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan yang sifatnya umum, di mana seseorang merasa ketakutan atau kehilangan kepercayaan diri yang tidak jelas asal maupun wujudnya. Jika dilihat dari perspektif psikodinamika yang menjelaskan bahwa kecemasan adalah suatu sinyal bahaya, yang mana terdapat impuls-impuls yang sifatnya seksual atau agresif (membunuh) mendekat ke taraf kesadaran, sehingga hal ini sangat berpengaruh pada kondisi tingkat kecemasan yang dialami.  

Ciri-ciri Kecemasan 

Tahukah Anda apa saja ciri-ciri saat mengalami kecemasan? Terdapat tiga ciri-ciri jenis  kecemasan yaitu, fisik kecemasan,  behavioral kecemasan, dan kognitif kecemasan. 

  1. Ciri-ciri fisik kecemasan yaitu, kegelisahan; kegugupan; tangan atau anggota tubuh bergetar; banyak berkeringat ;telapak tangan berkeringat; pening; mulut atau kerongkongan terasa kering; sulit berbicara; sulit bernapas; bernapas pendek; jantung berdebar keras atau berdetak kencang; suara yang bergetar; jari-jari atau anggota tubuh menjadi dingin m.leher atau punggung terasa kaku; sensasi seperti tercekik atau tertahan; sakit perut atau mual; sering buang air kecil; wajah terasa memerah; diare. 
  2. Ciri-ciri behavioral yaitu, perilaku menghindar; perilaku melekat dan dependen; perilaku terguncang. 
  3. Ciri-ciri kognitif kecemasan yaitu, khawatir tentang sesuatu;  perasaan terganggu akan ketakutan atau aprehensi terhadap sesuatu yang terjadi di masa depan; keyakinan bahwa sesuatu yang buruk atau mengerikan akan segera terjadi, tanpa ada penjelasan yang jelas; terpaku pada sensasi tubuh; sangat sensitif terhadap sensasi tubuh; merasa terancam oleh orang atau peristiwa; ketakutan akan kehilangan kontrol; ketakutan akan ketidakmampuan untuk menyelesaikan masalah; berpikir bahwa dunia akan runtuh; berpikir bahwa semuanya sudah tidak bisa dikendalikan; khawatir terhadap hal sepele; berpikir bahwa semuanya sangat membingungkan tanpa bisa diatasi; berpikir tentang hal yang mengganggu yang sama secara berulang-ulang; pikiran terasa campur aduk; tidak mampu menghilangkan pikiran-pikiran negatif; berpikir akan segera mati; khawatir akan ditinggalkan sendiri; sulit berkonsentrasi atau memusatkan perhatian.

Tipe-tipe Gangguan Kecemasan 

1. Gangguan Panik 

Gangguan panik ditandai dengan munculnya serangan panik yang berulang-ulang  dan tidak terduga. Serangan panik melibatkan reaksi kecemasan yang intens disertai dengan simtom-simtom fisik, seperti jantung yang berdebar-debar, nafas cepat, nafas tersengal atau kesulitan bernafas, banyak mengeluarkan keringat, dan terdapat rasa 6 lemas dan pusing. Jika dilihat dalam perspektif biologis, gangguan panik dapat diturunkan dari keluarga. Dalam beberapa kasus, sensasi fisik yang disebabkan oleh suatu penyakit dapat memicu beberapa orang mengalami gangguan panik. Hal ini dapat dicontohkan seperti sindrom penurunan katup kiri jantung menyebabkan jantung berdebar, penyakit telinga bagian dalam 9 menyebabkan kepusingan yang dirasakan beberapa orang menakutkan dan memicu terjadinya gangguan panik.

2. Gangguan Cemas Menyeluruh 

Gangguan kecemasan menyeluruh atau Generalized Anxiety Disorder (GAD) merupakan suatu gangguan kecemasan yang ditandai dengan perasaan cemas yang umum dan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi dengan adanya peningkatan keterangsangan tubuh. GAD ditandai dengan kecemasan yang persisten yang tidak dipicu oleh suatu objek, situasi, atau aktifitas yang spesifik, tetapi lebih merupakan apa yang disebut Freud dengan “mengambang bebas” (free floating). Gangguan ini masuk dalam gangguan yang stabil, muncul pada pertengahan remaja sampai pertengahan umur dua puluhan tahun dan kemudian berlangsung sepanjang hidup. GAD ini muncul dua kali lebih banyak dan seringkali terjadi pada perempuan dibandingkan pada laki-laki. Seseorang yang mengalami GAD adalah pencemas yang kronis, mungkin mereka mencemaskan secara berlebihan keadaan hidup mereka, seperti keuangan, kesejahteraan anak-anak, dan hubungan sosial mereka.

3. Gangguan Obsesif Kompulsif

Obsesif adalah pikiran, ide, atau dorongan yang intrusive dan berulang yang berada di luar kemampuan seseorang untuk mengendalikannya. Obsesi dapat terjadi sangat kuat dan persisten sehingga dapat menganggu kehidupan sehari-hari dan menimbulkan distress serta kecemasan secara signifikan. Misalnya orang yang selalu bertanya tanpa ada hentinya mengenai pintu sudah dikunci atau tidak. Selain itu juga, seseorang dapat mempunyai berbagai macam gambaran mental seperti fantasi berulang dari seseorang dari ibu muda bahwa anak-anaknya dilindas mobil dalam perjalanan pulang kerumah. 

4. Gangguan Fobia 

Pengertian Kata fobia berasal dari bahasa Yunani yaitu phobos yang berarti takut. Takut dapat berupa perasaan cemas dan agitasi sebagai respon terhadap ancaman. Gangguan phobia adalah rasa takut yang persisten terhadap objek atau situasi yang tidak sebanding dengan ancamannya. Seseorang yang mengalami gangguan fobia sering mengalami ketakutan yang berlebihan. Orang dengan fobia mengalami ketakutan untuk hal-hal yang biasa yang untuk orang lain sudah tidak dipikirkan lagi, seperti naik elevator atau naik mobil di jalan raya. 

5. Gangguan Stres Akut dan Gangguan Stres Pasca Trauma 

Gangguan stres akut merupakan sebuah reaksi yang diperkirakan dari seseorang yang mengalami suatu trauma yang sangat berat. Ciri khas Gangguan stress akut akan menghilang setelah 1 hingga 2 minggu (apabila berlanjut), tetapi jika gangguan berlangsung lebih dari sebulan, diagnosis perlu diubah menjadi gangguan stres pasca trauma. Gangguan stress akut (Acute Stress Disorder/ASD) adalah suatu reaksi maladaptif yang terjadi pada bulan pertama sesudah pengalaman traumatis. Hal ini dapat dilihat dengan reaksi stress traumatis cenderung untuk menghindari stimulus yang membangkitkan ingatan terhadap trauma. Misalnya, mungkin mereka tidak mampu menghadapi tayangan televisi tentang hal tersebut atau keinginan teman untuk membicarakannya. 

Cara Mengatasi Gangguan Cemas 

  1. Menarik napas yang dalam. Bernapas dengan dalam dapat membuat tubuh relaks dan mengurangi aktivitas saraf di otak yang menyebabkan rasa cemas. 
  2. memusatkan pikiran pada aktivitas yang dijalani
  3. Ketika merasa cemas, fokus Anda akan terganggu. Jika ini terjadi, cobalah untuk kembali fokus pada hal yang akan Anda lakukan.
  4. Menyediakan waktu untuk diri sendiri.
  5. Sediakan waktu untuk berjalan santai, melakukan meditasi, mendapatkan pijatan, atau berendam di air hangat. Bila perlu, matikan telepon genggam Anda selama beberapa saat agar Anda tidak terganggu.

Kesimpulan :

Gangguan cemas adalah hal yang sering kali terjadi dalam setiap orang. Cemas seringkali terjadi saat diri kita tidak merasakan kenyamanan. untuk itu sangat amat perlu untuk mengetahui dan mengenali diri kita sendiri dan mampu bersahabat dengan diri kita sendiri agar dapat mengendalikan emosi dan diri dengan baik. 

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Powered by WhatsApp Chat

× Chat kami untuk info Schole Fitrah