Preaload Image

Sesi Ngopi Vol. 4 “Gaya Komunikasi Nabi Muhammad Dengan Umatnya”

Ngopi Vol. 4 bersama Bapak Faisal M. Syahri alwi

Bagaimana konsep komunikasi yang baik?

Konsep komunikasi yang sesuai dengan objek kalau dalam bahasa komunikasinya itu mirroring. sehingga output nya adalah rasa nyaman. Hadist Riwayat. Al-bukhari bahwa  Rasul itu orangnya lembut sekali bahkan lebih lembut dari sepoy angin. Kelembutan itu bukan dengan kehadiran saja, tapi komunikasinya. yaitu berkomunikasi sesuai dengan objek komunikasi/komunikan. Dalam sirah, ada ayat yang memerintahkan kalau berbicara tidak boleh lebih tinggi dari nabi. kemudian, pernah suatu ketika rasul bertemu dengan arab badui, yang kalau berbicara itu nadanya tinggi. maka rasul meninggikan suaranya, agar arab badui itu tidak berdosa. selain itu, rasul pernah memberikan hadist tentang marah kepada orang yang marah.

jangan marah, maka bagimu surga” ini hadist yang ditujukan kepada orang yang marah. dengan hadist ini seperti nasihat yang tepat sasaran dan ini sangatlah baik.”

Kisah kedua, dalam perang khaibar, setelah perang ada acara makan-makan. dan di salah satu makanan itu sudah diracuni oleh  orang yahudi. Makanan itu berbicara kepada nabi. Bahwa dia sudah diracuni. Kemudian nabi berhenti makan dan ada satu sahabat yang tetap melanjutkan makan. Nabi bertanya kepada yang memasak makanan itu, tapi tidak langsung pada intinya. Sampai pada akhirnya nabi bertanya tentang makanan yang diracun. Walau nabi sudah tahu, beliau tidak langsung menyalahkan orang tersebut, sampai pada akhirnya sahabat nabi ada yang mati karena tetap makan. Baru, yang memasaknya diberikan hukuman ini adalah satu hal pola komunikasi rasul yang tidak bisa diikuti oleh kita.  Karena kenabianny, banyak hal yang bisa kita teladani. Tetapi beliau tetap sebagai seorang manusia.

Kesimpulan :

Satu hal pola komunikasi rasul yang tidak bisa diikuti oleh kita.  karena kenabiannya. tetapi, banyak hal yang bisa kita teladani. karena beliau tetap sebagai seorang manusia. Poin yang disampaikan, pertama berbicara itu bukan semau kita, tapi paham kondisi komunikan. dan kedua, bagaimana kita bisa meneladani nabi dalam aspek komunikasi.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Powered by WhatsApp Chat

× Chat kami untuk info Schole Fitrah