Preaload Image

Sesi Ngopi Vol. 3 “Berempati, Salah Satu Cara Mengatasi Sibling Rivalry”

Ngopi Vol. 3 bersama Bunda Kembang Sri Rezeki, Seorang Pendidik dan Relawan @kembangsrirezeki

Sibling Rivalry kerap menjadi perbincangan antar orang tua yang memiliki lebih dari satu anak. Berbagai permasalahan sering dihadapi oleh Ayah Bunda dalam menghadapi setiap anak di keluarganya, baik ketika terjadi perselisihan, kecemburuan, kompetisi, dan lainnya. Kondisi ini dapat disebut dengan sibling rivalry. Sudahkah Ayah Bunda mengetahui tentang fenomena ini? Yuk simak penjelasan berikut ini. 

Apa Itu Sibling Rivalry? 

Menurut IDI (Ikatan Dokter Indonesia), sibling rivalry merupakan kompetisi antar saudara, misalnya antara kakak dengan adik, baik yang sejenis ataupun lawan jenis sehingga mengakibatkan perselisihan. Adapun gambaran umum dalam kegiatan sehari-hari misalnya terjadi perebutan mainan antara kakak dan adik, mencari perhatian ke Ayah Bunda, dan lainnya. Akan tetapi, ketika adik sudah besar maka perdebatan tersebut akan dapat terhenti asalkan kebutuhan emosional anak terpenuhi. 

Sibling Rivalry ini biasanya juga terjadi saat Bunda baru memiliki anak pertama, dapat dipastikan semua perhatian akan diberikan kepada anak pertama tersebut. Kemudian, ketika anak pertama sudah memiliki adik maka perhatian Ayah Bunda dan orang di sekitarnya akan mulai fokus ke anak kedua. Kondisi tersebut terkadang menjadi pemicu munculnya kecemburuan anak pertama ke adiknya, karena mengingat sebelumnya Ayah Bunda memberikan perhatian penuh kepadanya. Ketika si kakak mulai merasakan kehilangan kasih sayang orang tua, dia akan melakukan hal-hal atau kegiatan yang dapat mencari perhatian orang tua atau biasa disebut ‘caper’. Akan tetapi, saat si kakak melakukan ‘caper’ tersebut Ayah Bunda harus belajar untuk memahami emosi yang dirasakan anak. 

Bagaimana Ciri-ciri Anak yang Mengalami Sibling Rivalry

Setelah mengetahui pengertian sibling rivalry, Ayah Bunda juga perlu mengetahui apa saja sih ciri-ciri anak yang mengalami sibling rivalry. Nah, terdapat 3 ciri utama saat anak mengalami kondisi sibling rivalry ini, seperti yang disampaikan oleh Bunda Kembang Sri Rezeki dalam kesempatan Live Instagram NGOPI bersama Schole Fitrah, yaitu terjadinya perselisihan, perebutan, dan pertengkaran. Contoh-contoh pertengkaran di rumah salah satunya saat anak merasa jika pekerjaan yang dilakukannya tidak seberat pekerjaan yang dilakukan saudaranya. 

Kompetisi antar anak ini dapat menggambarkan bagaimana pola asuh orang tua dan kematangan emosi anak. Apakah Ayah Bunda sudah memberikan porsi yang pas kepada masing-masing anak ataukah belum. Misalnya saat mengerjakan pekerjaan rumah, jangan semuanya diserahkan kepada anak yang paling besar sedangkan si bungsu dibiarkan bermain. Akan tetapi, berikanlah tugas rumah kepada semua anak sesuai porsi dan dibagi secara rata. Dengan begitu, terjadinya sibling rivalry dapat diminimalisasi. Ayah Bunda juga harus memenuhi kebutuhan emosional anak. Contohnya ketika anak mengalami kecemburuan kepada saudaranya, Ayah Bunda dapat bertanya terlebih dahulu “Kenapa dek, kenapa kak?”. Setelah itu barulah anak diajak diskusi untuk memahami perasaan yang sedang dialaminya.     

Dampak Negatif dan Positif dari Sibling Rivalry 

Perlu Ayah Bunda ketahui, terjadinya sibling rivalry antar anak ini juga memiliki dampak negatif dan positif. Dampak negatif yang dapat terjadi yaitu apabila orang tua hanya mengandalkan persepsi diri sendiri maka anak pun akan terkena  dampaknya, seperti anak merasa tidak disayangi dan menjadi kurang percaya diri karena orang tua lebih sering memuji saudaranya yang lain. Terkait hubungan antara anak dengan anggota keluarga juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti rusaknya interaksi antar saudara kandung, tidak mempunyai kemampuan kerjasama dengan saudaranya, dan interaksi antara orang tua dengan anak merenggang serta menjadi tidak hangat. Selain itu, dampak negatif dapa mempengaruhi hubungan dengan lingkungan yakni anak dapat mengalami kesulitan dalam bergaul, menjadi sering bertengkar dengan temannya, dan membully atau dibully di lingkungannya. 

Sedangkan dampak positifnya dari sibling rivalry yaitu ketika orang tua dapat mendampingi dan menghargai anak dengan baik, serta menangani dengan bijak, maka akan membentuk ambisi anak untuk berlomba dalam kebaikan. Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah disebutkan bahwa persaingan antar saudara diperbolehkan asalkan dalam hal kebaikan. Boleh iri dengan saudara, asalkan iri pada dalam hal ilmu yang dimiliki. Boleh mencari perhatian, asalkan mencari perhatian Allah melalui ketakwaan. Otomatis orang tua juga akan menjadi perhatian pada anak.  

Cara Menghadapi Anak Saat Mengalami Sibling Rivalry 

Setelah Ayah Bunda mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan sibling rivalry ini, maka akan lebih mudah dalam menghadapi anak yang sedang berselisih dengan saudaranya bukan? Apa sih sebenarnya hal pertama yang harus dilakukan Ayah Bunda ketika menghadapi anak yang mengalami sibling rivalry ini? Berikut tips menghadapi anak saat mengalami sibling rivalry

  1. Berempati dengan Emosi Anak 

Ketika anak sedang kesal dengan saudaranya, Ayah Bunda jangan langsung memarahinya. Namun, berempatilah dengan bertanya terlebih dahulu misalnya “Ada apa dik? Kenapa kakak berkelahi dengan adik?”. Berempati ini adalah langkah awal yang sangat penting saat menangani konflik yang terjadi antar anak. Kemudian, Ayah Bunda juga harus menghargai setiap keunikan yang dimiliki anak. Bukan berarti jika salah satu anak pintar di bidang akademik, lalu mengunggulkannya sehingga menyebabkan kecemburuan pada anak yang lain. Sehingga orang tua tidak dominan perhatian kepada anak dengan karakter tertentu. 

  1. Diskusi dengan Anak 

Setelah Ayah Bunda memahami emosi anak dan mencari tahu penyebabnya, maka ajaklah anak untuk berdiskusi. Misalnya, ketika anak mengalami kecemburuan pada saudaranya karena hanya dia yang dibebankan pekerjaan rumah, maka orang tua dapat mengajak anaknya berdiskusi juga membagi tugas mengerjakan pekerjaan rumah sesuai porsi. 

  1. Berikan Perhatian dan Kasih Sayang yang Proporsional 

Pemberian perhatian dan kasih sayang secara proporsional yang dimaksud yaitu sesuai kebutuhan, sesuai porsi, tanpa memandang sama banyaknya. Jadi, Ayah Bunda dapat berlaku adil sehingga salah satu anak tidak merasa kekurangan kasih sayang. 

  1. Menangani Konflik antar Saudara dengan Bijak 

Ketika Ayah Bunda melihat pertengkaran yang terjadi antar anak, setelah berempati dan berdiskusi dengan baik, maka tawarkanlah solusi pada anak sehingga anak juga memiliki hak untuk menyalurkan pendapatnya. Oleh karena itu, menangani konflik yang terjadi antar anak ini perlu Ayah Bunda lakukan dengan bijak. 

Kesimpulan

Sibling Rivalry adalah kompetisi antar saudara, misalnya antara kakak dengan adik, baik yang sejenis ataupun lawan jenis yang berujung mengakibatkan perselisihan. Untuk mengatasi perselisihan, sebagai orang tua harus bisa berempati dengan emosi anak lalu mengajak anak untuk berdiskusi. Oleh karena itu, Ayah Bunda harus berusaha untuk menangani setiap konflik yang terjadi antar saudara dengan bijak.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Powered by WhatsApp Chat

× Chat kami untuk info Schole Fitrah