Sesi Ngopi Vol. 3 bersama Muvtizar Solichin seorang Trainer & Self Mapping Expert

Apa Itu Introvert? 

Kata introvert bukan lagi menjadi hal asing di kalangan masyarakat, bahkan banyak asumsi yang mengatakan bahwa introvert merupakan menutup diri dan membatasi untuk melakukan interaksi dengan siapapun. Namun, tidak semua introvert itu menutup diri, lalu apa yang dimaksud dengan introvert? Pada acara NGOPI Vol. 3 bang Muvtizar Solichin mengatakan bahwa introvert merupakan bawaan yang sudah ada sejak lahir, tetapi hal ini untuk sebagian besar masyarakat dan orang tua masih kurang disadari. “Introvert sendiri cenderung menjadi seorang pemalu dan lebih suka menyendiri”, ungkap beliau. Namun, perlu diketahui bahwa introvert memiliki keunikan tersendiri, seseorang yang introvert juga mampu mengungkapkan ekspresinya dengan berkarya, karena jalan yang dipilih oleh seseorang untuk berkarya dan berprestasi sangat berbeda-beda. Terkadang dengan menjadi introvert banyak sekali ide, gagasan, dan inovasi yang mudah dituangkan. Meskipun demikian, masih banyak sekali asumsi banyak orang yang mengatakan bahwa “introvert itu sulit untuk berekspresif dan sulit untuk berinteraksi”. 

Jenis-Jenis Introvert 

Introvert juga memiliki beragam jenis karakter, karena tidak semua orang memiliki jenis introvert yang sama, adapun jenis introvert yaitu: 

  1. Introvert sosial, merupakan sosok introvert yang bisa bersosialisasi di lingkungan  kelompok kecil. Sebagian besar jenis introvert sosial yang seperti ini, lebih nyaman dan enjoy berinteraksi di skala lingkungan yang lebih kecil. Misalnya saja melakukan komunikasi dengan tetangga atau teman dekat. 
  1. Thinking introvert, yaitu sosok introvert pemikir sejati. Sosok yang memilih untuk full time menyendiri jikalau sedang proses kontemplasi. Lebih senang melamun dan berkhayal, juga lebih sering menghabiskan banyak waktu dalam pikirannya dan cenderung memiliki imajinasi kreatif. Hal ini dapat dicontohkan dengan menyendiri dan menuangkan imajinasi ke dalam bentuk sastra. 
  1. Anxious Introvert, yaitu urang senang dengan keramaian. Jenis introvert yang ini lebih suka mencari waktu sendiri karena sering merasa canggung atau malu jika berada di sekitar keramaian atau khalayak umum. Kebanyakan introvert mengalami hal serupa seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. 
  1. Introvert yang tertahan, yaitu sosok yang bijaksana, pandai memilah-milah kata. Sering berpikir sebelum bertindak, mereka ini tidak bisa membuat keputusan dengan spontan, biasanya memiliki waktu yang lama dalam mengambil tindakan atau keputusan. 

Bagaimana Ciri-cirinya? 

Introvert bukanlah sebuah masalah yang menjadi beban dan penghalang untuk kita berekspresi, karena sejatinya adanya jiwa introvert sudah ada sejak kita lahir, sehingga terdapat ciri-ciri dari introvert itu sendiri yaitu: 

  1. Lebih banyak menggunakan lobus frontalis. Berdasarkan penelitian tentang otak, menemukan bahwa otak orang tipe introvert cenderung lebih banyak menggunakan lobus frontalis, yaitu bagian otak  yang bertugas merencanakan, memikirkan dan penyelesaian masalah, serta mengingat.
  1. Berorientasi kepada benak mereka sendiri,  yang mana orang introvert lebih suka memikirkan tentang gagasan atau memori di dalam benak mereka sendiri.
  1. Lebih nyaman berbincang secara empat mata dalam berinteraksi (intens), orang-orang dengan tipe introvert cenderung lebih nyaman untuk berbincang secara empat mata dibandingkan berbicara dengan sekelompok besar orang. 

Berdasarkan ciri-ciri tersebut menunjukkan bahwa pribadi yang introvert lebih fokus pada perasaan dan pikiran dari dalam diri itu sendiri. Pribadi yang introvert juga  lebih suka berpikir lebih matang sebelum langsung mengungkap pembicaraan serta lebih suka menyalurkan pembicaraan melalui orang terdekatnya. 

Baca juga: Mengenal Tipe Kepribadian Introvert Lebih Dalam

Bagaimana Cara Mengurangi Introvert dan Mengatasinya? 

Bukanlah sebuah alasan bahwa pribadi introvert tidak bisa membuka diri dengan lingkungan sosial yang lebih luas lagi, karena kepribadian ini mampu diubah secara perlahan agar tidak malu dan takut lagi saat bersosialisasi. Adapun hal-hal atau cara yang dapat dilakukan untuk tidak lagi merasa malu dan mampu bersosialisasi secara lebih luas, yaitu: 

  1. Mengisi waktu luang dengan menulis tentang hal-hal yang menarik. Topik yang ditulis juga tidak harus tentang diri sendiri. Namun, bisa menggunakan jaringan sosial dan membangun hubungan yang kuat dengan banyak orang. Kegiatan seperti ini akan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi dan bersosialisasi. 
  1. Mendalami bidang yang diminati dan mencoba untuk mendalami suatu hal hingga mampu menjadi ahli dalam bidang tersebut. 
  1. Melakukan interaksi sederhana, seperti menyapa orang dengan kontak mata yang baik. Selain itu juga mampu melakukan percakapan kecil dengan beberapa orang baru. 
  1. Belajar public speaking, mengikuti latihan public speaking untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan banyak orang. Hal ini bisa dijadikan sebagai penyaluran energi positif yang sangat efisien bagi seorang introvert.
  1. Menikmati waktu sendiri, sesekali meluangkan waktu untuk diri sendiri, yang bertujuan untuk mengembalikan mood dan lebih menyegarkan pikiran.

Kesimpulan

Pribadi yang introvert adalah sebuah anugerah yang diberikan oleh sang Maha Pencipta. Kepribadian introvert tidak hanya memiliki stigma buruk seperti lemah dan takut bersosialisasi, mereka mampu menyalurkan ekspresinya melalui sebuah karya. Kepribadian introvert cenderung lebih suka bersosialisasi di lingkup yang kecil. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa kepribadian yang introvert mampu diubah dengan cara meningkatkan cakupan bersosialisasi yang lebih luas. Untuk itu, tidak semua asumsi kebanyakan orang mengatakan bahwa salah jika diri ini memilih menjadi seorang introvert. Karena pada hakikatnya, setiap manusia dilahirkan dengan keunikan, kelebihan, dan kekurangan masing-masing.

Artikel terkait: Apa Itu Introvert dan Apa Perbedaannya dengan Extrovert?

×

Powered by WhatsApp Chat

×