Sesi Ngopi Vol. 1 “Insomnia Memiliki Dampak Menjadi Tidak Bersemangat”

flyer-artikel-3

Ngopi Vol. 1 bersama Dr. Intaglia Harsanti, M.Si.sebagai Fasilitator Doktor Psikologi UGM, Dosen Universitas Gunadarma

Selasa, 19 Oktober 2021 Schole Fitrah mengadakan kegiatan rutinan berupa literasi NGOPI (Ngobrol Pakai Ilmu) melalui live streaming Instagram. Hari kedua ini  membahas hal yang sangat menarik dan sudah tidak asing lagi dalam kegiatan rutinitas kita semua. Bahkan mampu menjadi tantangan bagi kita tersendiri. Pembahasan kali mengenai “Insomnia dan cara mengatasi insomnia” oleh Dr. Intaglia Harsanti, M.Si. sebagai Fasilitator Doktor Psikologi UGM, Dosen Universitas Gunadarma. Nah, apa itu Insomnia? Insomnia adalah gangguan tidur, seseorang ingin tidur tapi tidak bisa tidur. Gejala insomnia yaitu sulit memejamkan mata dan tidur tidak nyenyak. Jika 3 kali dalam seminggu mengalami hal tersebut maka artinya insomnia. Jika mengalami insomnia berat, maka harus konsultasi ke dokter, psikolog, atau psikiater. Penyebab insomnia yaitu pertama karena budaya. Misalnya pekerjaan pada malam hari. Kedua, karena stress atau banyak pikiran.

Selain itu, kita juga harus mampu memperhatikan bahwa insomnia ini memiliki dampak tersendiri yakni tidak bersemangat saat beraktivitas di pagi hari dan berpengaruh pada fisik. Selain dari sisi biologis, secara sosial juga dapat terganggu karena perasaan tidak baik sehingga berpengaruh pada hubungan sosial dengan manusia lain. Jadwal tidur manusia kurang lebih 6-8 jam untuk dewasa. Jika anak-anak, membutuhkan waktu istirahat 12 jam dalam sehari. Oleh karena itu, jika seseorang mengalami insomnia, maka otaknya selalu bekerja, mata masih aktif, sehingga tubuhnya tidak beristirahat. Padahal, tubuh manusia beregenerasi pada saat tidur, sehingga jika waktu tidurnya terganggu maka akan membuat tubuh menjadi sakit, kegiatan tidak bisa produktif, dan juga akan berpengaruh pada mood

Cara Mengatasi Insomnia

Beliau mengatakan bahwa “cara mengatasi insomnia hal yang harus diperhatikan yaitu niatkan tidur, bersih-bersih diri dan kamar, menghias kamar, karena kamar yang nyaman dapat memicu tidur yang berkualitas. Selain itu, sebelum tidur, minumlah susu hangat atau teh hangat karena otot-otot menjadi kendur, sehingga tubuh lebih rileks. Serta Tinggalkan semua pikiran yang membuat tidak tenang. Selain merilekskan tubuh, kita juga harus berlatih merilekskan pikiran, olahraga. Melakukan kegiatan fisik secara rutin, misalnya lari dan bersepeda serta mengatur pola makan. Sebaiknya sebelum tidur jangan makan, karena begitu makanan masuk ke dalam tubuh, maka tubuh karena mengolah makanan tersebut sehingga tubuh tidak beristirahat. Oleh karena itu, makan paling lambat pada jam 7 malam. Pengolahan makanan 2-3 jam, sehingga asumsinya jam 10 malam tubuh sudah rileks.

That’s Point Insomnia dapat disembuhkan. Jika mengalami gejala-gejala insomnia yang telah disebutkan, bisa dikonsultasikan ke dokter. Segera diatasi, jika tidak akan mengganggu secara personal atau sosial. Jika belum mengalami insomnia, maka aturlah pola tidur untuk menjaga tubuh dan terhindar dari penyakit insomnia. Atur pola tidur dan bangun dengan baik. beri hak tubuh secara baik, agar tubuh ini dapat melaksanakan tugasnya dengan baik

Kesimpulan

Insomnia adalah gangguan tidur, seseorang ingin tidur tapi tidak bisa tidur. Namun Insomnia ini dapat disembuhkan dengan mengatur pola tidur untuk menjaga tubuh dan terhindar dari penyakit.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *