Preaload Image

SUDUT WAHANA CENDEKIA

PROGRAM ECOBRICK 

Ecobrick merupakan salah satu program yang ada di dalam program kerja Schole Fitrah. Ecobrick merupakan program yang bergerak dalam bidang lingkungan, ecobrick juga menjadi sebuah solusi transisi plastik. Ecobrick juga dapat dikatakan botol bekas yang berisi segala jenis plastik bekas dalam keadaan kering, bersih yang dipadatkan hingga dapat digunakan secara berulang-ulang. Program ini dicetuskan sebagai dasar untuk membantu siklus kehidupan mampu bertransisi meninggalkan plastik. Program schole fitrah Ecobrik ini bergerak dalam pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat Ecobrick dilakukan di Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. 

Salah satu sasaran dari program Ecobrick ini ada di Desa Bojongsari tepatnya di Rw 12. RW 12 menjadi sasaran utama dikarenakan sebagian besar masyarakat di lingkungan RW 12 banyak yang buka toko ritel dan banyaknya sampah masyarakat yang tidak terolah serta berserakan di depan rumah. Ada beberapa masalah yang menjadi faktor yaitu: 1) Adanya masalah sampah yang tidak terolah secara maksimal dikarenakan masih rendahnya pengetahuan masyarakat bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi hal yang berguna; 2) masih rendahnya penyuluhan dan sosialiasi dari kaum akademisi; 3) Tingkat kesadaran yang masih rendah akan peduli linkungan. Adanya permasalahan tersebut, maka sangat amat dibutuhkan sebuah solusi penanganan dalam upaya pemberdayaan masyarakat terlebih khususnya dalam peningkatkan kesadaran pengelolaan sampah. 

Adanya masalah tersebut, menjadi sebuah alasan tim untuk melakukan pengembangan program ecobrik di RW 12 Desa Bojongsari. Kegiatan pengembangan ecobrick satu bulan setengah dimulai dari persiapan pada bulan November dan mulai kegiatan pada 04 Desember 2021 sampai pada 19 Desember 2021. Kegiatan dilakukan selama 3 kali pertemuan, pertemuan pertama pada tanggal 04 Desember 2021, pertemuan pertama ini yaitu adanya sosialisasi dan penyuluhan seputar dasar ecobrick. Pertemuan pertama, partisipasi warga sangat antusias sekali. Terlebih khususnya karang taruna dan ibu-ibu, terdapat 25 partisipan yang mengikuti kegiatan ini. Jumlah partisipan yang melebihi target dari ketetapan tim. Ketetapan tim yaitu sebanyak 20 partisipan yang mana 10 perwakilan dari ibu-ibu dan 10 perwakilan pemuda. Selain itu juga, dipertemuan pertama ini terdapat tanda tangan kontrak yang dilakukan oleh manajemen dan ketua RW sebagai perwakilan dari warga RW 12. 

 

Sumber: Dokumentasi Pribadi

 
×

Powered by WhatsApp Chat

× Chat kami untuk info Schole Fitrah