Preaload Image

PODCAST “Berdamai dengan Diri Sendiri”

Narator POSITIF Episode 12 yaitu Ka Shafira Haznah Maryalia dari Divisi Content Specialist

Setiap manusia pasti mempunyai permasalahan. Permasalahan yang ada, datang silih-berganti. Keadaan yang tidak sesuai dengan harapan. Rasa kecewa, penyesalan, dan pengalaman menyakitkan, yang terus menerus menghantui. Membuat kita kadang merasa sedih. Kadang merasa menyesal. Bahkan, merasa cemas dengan masa depan. Konflik yang terjadi semakin lama membuat kita stress dan tidak bahagia. Kondisi tersebut bisa membuat kita menyalahkan diri sendiri. Menyalahkan atas semua hal buruk yang sedang terjadi. Kondisi yang pada akhirnya semakin memperburuk kondisi diri sendiri. Karena menerima suatu keadaan serta semua kondisi terhadap segala hal tentu tidak mudah untuk dilewati, apalagi jika kita memiliki kekurangan yang dapat menjadikan kita sering mengalami posisi terburuk. Kondisi dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi.  Kondisi yang membuat diri, rentan depresi. Kondisi yang membuat diri, jadi kehilangan arah. Bahkan memengaruhi, kondisi kesehatan fisik dan mental.

  Maka dari itu, berdamailah dengan diri sendiri. Berdamai dengan diri sendiri merupakan kalimat yang tampak sederhana. Namun, kenyataannya berdamai dengan diri sendiri tentu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan jika kita tidak merasa siap untuk melakukannya. Oleh karena itu, kita dapat atasi lebih dulu terkait kejadian atau peristiwa yang pernah dialami. Apabila kita mengabaikannya, maka kita akan merasa kesulitan untuk melangkah maju ke depan dan berdamai dengan diri sendiri. Maka dari itu, pahami arti berdamai dengan diri sendiri. Berdamai dengan diri sendiri adalah sebuah proses dalam kehidupan. Proses menerima keadaan yang sedang terjadi saat ini. Menerima akan diri sepenuhnya, menerima kenyataan, menerima kelemahan, menerima kelebihan diri sendiri, serta menerima kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi.

  Kebanyakan diri ini terlalu fokus. Fokus melihat pada kekurangan yang dimiliki , kadang  juga terlalu mengingat banyak pengalaman masa lalu yang menyakitkan. Selain itu, membanding-bandingkan diri dengan orang lain juga bisa menjadi pemicu susahnya berdamai dengan diri sendiri. ‘Rumput tetangga lebih hijau’ benar adanya. Akses mudah yang kita miliki untuk melihat kehidupan orang lain terkadang membuat kita merasa ‘kecil’ dan tidak bersyukur atas apa yang telah kita miliki. Nikmati apa yang ada dan sedang terjadi saat ini. Hiduplah di masa sekarang dan berusahalah untuk terus tumbuh  menjadi lebih baik.

  Mulailah mencintai diri sendiri. Semakin sedikit kita mencintai diri sendiri maka akan semakin bingung dan frustasi juga kita dalam menjalani hidup. Percayalah pada diri sendiri, kurangi perasaan ragu dan kuatkan keyakinan pada diri. Jika suartu saat nanti membuat kesalahan, biarlah semua menjadi sebuah pembelajaran. Jangan lupa untuk peduli pada diri sendiri meskipun terdengar mudah tetapi realitanya sulit dilakukan. Pikirkan diri sendiri, lakukan hal-hal baik pada diri sendiri, pilih hal-hal menyenangkan dan buang jauh-jauh hal yang negatif. Hal sekecil apapun yang didapatkan dari kemajuan dalam diri kamu saat ini perlu untuk diapresiasi dan dihargai.

  Luangkan waktu untuk diri sendiri. Kita dapat merefleksikan apa yang telah dialami selama ini dan apa yang akan dilakukan untuk hari kedepannya. Selain itu, kita bisa menenangkan diri dengan cara melakukan segala kebutuhan secara terjadwal sehingga mempunyai waktu yang efektif dan fleksibel serta tidak terlalu banyak menyendiri karena hal itu akan merugikan diri sendiri. Selain itu, melakukan kegiatan-kegiatan yang positif tentunya dapat membantu kamu merasa rileks dan nyaman. Kegiatan positif tentunya ada beragam jenisnya tergantung apa yang kamu sukai dan minati. Beberapa contoh yang dapat kamu lakukan, misalnya dengan menulis, olahraga, melukis, berkebun, mendengarkan musik, latihan relaksasi, fotografi, dan lain sebagainya sesuai dengan apa yang kamu kagumi dan dapat menyenangkan saat melakukannya tersebut.

  Kita harus mengenali kapasitas diri dan pahami bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan, tidak semua rencana bisa berhasil. Perlu diingat bahwa kesalahan dan kegagalan adalah hal yang wajar. Semua orang pasti pernah mengalaminya, tidak ada gunanya berlarut-larut dalam kesalahan kesedihan dan penyesalan. Hal tersebut hanya akan membuat diri tidak Bahagia. Jadi mulai sekarang jangan ragu untuk mencintai diri sendiri  dan jangan ragu untuk berdamai dengan diri sendiri.

Kesimpulan :

Ketika seseorang mempunyai permasalahan yang silih berganti yang membuat kita merasa sedih dan cemas sehingga kita stress dan tidak bahagia dimana kondisi tersebut dapat menyebabkan kita rentan depresi yang akan mempengaruhi kondisi kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, berusahalah untuk menerima keadaan tersebut yaitu dengan berdamai dengan diri sendiri dimana proses menerima keadaan yang sedang terjadi saat ini, menerima akan diri sepenuhnya, menerima kenyataan, menerima kelemahan, menerima kelebihan diri sendiri, serta menerima  kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Powered by WhatsApp Chat

× Chat kami untuk info Schole Fitrah