Preaload Image

Sesi Ngopi Vol. 3 “Pentingkah Menghargai Diri untuk Menghandle Rasa Rendah Diri?”

Ngopi Vol 3 Inferiority Complex

Ngopi Vol. 3 bersama Istiana Tajuddin (Dosen Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin)

Banyak orang yang tidak percaya akan kemampuannya sendiri. Merasa diri tertinggal dengan orang lain, tidak memiliki bakat, potensi, dan ragu melakukan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Perasaan rendah diri ini sering menghantui dan berdampak pada produktivitas kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Perasaan ini dapat dinamakan dengan Inferiority Complex. Kondisi yang didasari oleh perasaan cemas karena merasa banyak kekurangan yang dimiliki. Merasa inferior atau lebih rendah dibandingkan dengan orang lain karena dirinya yang belum mencapai standar tertentu dalam masyarakat. Manifestasi dari perasaan inferior ini adalah insecure atau rendah diri. Lalu apa saja gejala seseorang yang mengalami keadaan Inferiority Complex?

Macam-macam Gejala Inferiority Complex

Inferiority complex memiliki gejala-gejala sebagai berikut. Pertama, dipenuhi dengan perasaan cemas. Keadaan ini terjadi karena merasa terancam oleh orang lain, misalnya ancaman akan prestasi seseorang dan merasa orang lain lebih baik daripada diri sendiri. Gejala yang kedua yaitu sering mengeluh karena merasa kesusahan dan tidak bisa melakukan suatu pekerjaan tertentu. Serba perfeksionis menjadi gejala berikutnya seseorang mengalami inferiority complex. Segala hal ingin berjalan dengan mulus tanpa ada kesalahan sedikitpun.

Akan tetapi, diri sendiri juga tidak mau mengambil banyak risiko. Mengapa? Seorang inferiority complex biasanya menganggap diri lemah dan merasa tidak mampu melakukan pekerjaan tertentu. Oleh karena itu, dia merasa takut mengambil risiko dari beban yang diberikan kepadanya. Berdampak juga pada diri yang tidak mau mengambil tanggung jawab tersebut karena ketakutan dan kecemasan yang mengelilinginya. Hal ini juga berpengaruh terhadap rasa percaya yang menimbulkan gejala berikutnya yaitu susah percaya dengan orang lain, karena kembali lagi dirinya merasa terancam. Bahkan terkadang menganggap diri sebagai beban masalah. Misalnya menjadi anak pertama, menganggap diri menjadi sumber masalah, dianggap sebagai anak pembawa sial, dan lainnya.

Sebenarnya Apa Sih Penyebab Seseorang Mengalami Inferiority Complex?

Menurut Bunda Istiana Tajuddin seorang Dosen Psikologi Universitas Hasanuddin dalam live Instagram NGOPI Schole Fitrah, keadaan inferiority complex ini disebabkan oleh banyak faktor baik terjadi dari internal ataupun eksternal. Misalnya dari faktor internal terjadi karena kurangnya apresiasi terhadap diri sendiri. Belum menerima atas segala kekurangan yang dimiliki sehingga tidak melihat ada mutiara indah yang tersimpan dalam dirinya. Kemudian seringkali membandingkan diri dengan orang lain. Misalnya karena memiliki keterbatasan keadaan atau fisik sehingga menganggap diri tidak seberuntung orang lain. Sedangkan jika dari faktor eksternal, orang yang mengalami inferiority complex seringkali tidak pernah dihargai atas apa yang telah dia capai. Selain itu, sering mendapat label negatif yang menjadikan diri hidup dalam label yang diberikan orang-orang. Misalnya “Kamu pelit, kamu pemalas, kamu susah paham”. Akhirnya saat mendapatkan amanah mengerjakan sebuah tugas, dirinya merasa tidak mampu karena label negatif yang sudah tersemat kepadanya.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tidak semua orang yang mempunyai kekurangan dia menjadi seorang inferior. Banyak hal yang dapat memengaruhi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Akan tetapi, banyak orang yang merasa mengalami tetapi kesulitan dalam mengatasinya. Ada banyak cara yang dapat dilakukan, hal pertama dan utama adalah mencari tahu terlebih dahulu penyebabnya. Diuraikan satu persatu merasa insecure karena hal apa, kemudian ditulis sehingga dapat dianalisis bagaimana cara mengatasi beberapa penyebab tersebut. Setelah mengetahui penyebabnya, hadapi segala tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan walaupun terasa sulit. Mencoba terlebih dahulu, masalah hasil tidak perlu dipikirkan terlalu dalam. Jika kata Bunda Istiana “Just do it even not perfect”. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mencicil pekerjaan, kemudian dicek apa saja yang belum dan butuh diperbaiki. Contoh sebelumnya merupakan salah satu cara untuk mengembangkan diri menjadi confident. Jika sudah berusaha secara perlahan, maka rasa rendah diri tadi dapat terminimalisir.

Percaya Kepada Diri Sendiri

Making people respect to you and never rating yourself adalah cara berikutnya yang dapat dilakukan. Ketika memberikan label negatif pada diri sendiri tentu rasa percaya diri akan berkurang dan secara otomatis orang lain juga tidak akan percaya. Oleh karena itu, agar orang dapat respect kepada diri kita, maka harus percaya juga kepada diri sendiri. Hal ini juga berhubungan dengan bagaimana menghargai diri sendiri. Seberapa dalam menerima diri dengan segala kekurangan yang dimiliki. Dibalik kekurangan pasti ada kelebihan, bagaimana menjadikan kekurangan itu menjadi sebuah keunikan dalam diri. Prosesnya juga tidak mudah, harus bersusah payah terlebih dahulu ibarat seorang tukang las ketika membuat barang baru tentu harus terkena percikan api terlebih dahulu hingga akhirnya dapat berhasil.

Hargai Diri Sendiri

Setelah bersusah payah, jangan lupa memberikan self reward dengan menghadiahi segala usaha yang sudah dilakukan. Baik pencapaian atau sekalipun kegagalan yang didapatkan, karena kegagalan ini adalah awal mula dalam mencapai keberhasilan. Oleh karena itu, perlu diperhatikan menghargai diri sendiri menjadi hal penting yang harus selalu tertanam dan diimplementasikan dengan bijak. Jika semua cara sudah dilakukan akan tetapi masih mengalami inferiority complex ini, segera konsultasikan ke ahli agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kesimpulan

Rasa rendah diri seringkali terjadi pada banyak orang, merasa diri inferior dan tertinggal dari orang lain. Banyak faktor dan penyebab seseorang mengalami inferiority complex ini. Yang paling utama yaitu mencari tahu terlebih dahulu penyebabnya lalu mulai mengatasinya satu per satu. Kemudian, cobalah menghargai diri sendiri menerima atas segala kekurangan yang dimiliki dan menjadikan kekurangan tersebut menjadi sebuah keunikan. Karena pada dasarnya tidak ada orang yang sama, setiap orang memiliki keunikannya masing-masing. Just do your best dengan tidak melanggar norma di lingkungan.

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Powered by WhatsApp Chat

× Chat kami untuk info Schole Fitrah