“Mendidik Generasi ABCD (Aqil, Baligh, Cerdas, Dewasa)”

flyer-artikel-1

Webinar Mendidik Generasi ABCD (Aqil, Baligh, Cerdas, Dewasa) bersama Drs. Adriano Rusfi, S.Psi. sebagai Psikolog, Konsultan SDM dan Pendidikan serta Penggagas Pendidikan Aqil Baligh.

Pada tanggal 17 Oktober 2021 Schole Fitrah menyelengagrakan kegiatan webinar bersama Pak Adriano Rusfi, Psi., membahas terkait topik Mendidik Generasi ABCD (Aqil, Baligh, Cerdas, Dewasa). Pada kesempatan kali ini ada beberapa poin yang di antaranya;

1. Konsep Remaja dalam Generasi ABCD

Menjelaskan terkait hubungan fenomena remaja dengan istilah remaja yang muncul di era sekarang ini. Beliau mengatakan bahwa “kondisi remaja yang sudah baligh namun belum aqil, karena tidak semua remaja itu aqil tetapi sudah baligh, hal ini dikarenakan tidak semua remaja mampu berpikir produktif dan mampu mengenali siapa dirinya sendiri, status, dan kewajiban sosialnya”. Sehingga hal inilah yang harus diperhatikan saat masa usia remaja. Secara psikologis bahwa masa remaja merupakan fase terjadinya perubahan fisik, kognitif, dan psikososial yang besar.

2. Penelusuran ilmiah tentang remaja

Berdasarkan studi literatur ilmiah sampai akhir abad 19 menunjukkan bahwa tidak mengenal terminology remaja. Namun, menurut penelitian psikologis lintas budaya membuktikan bahwa fenomena remaja itu bersifat universal. Adapun dalam periodisasi perkembangan kognitif, seksual, sosial dan moral tidak mengenal istilah remaja, mengapa? karena remaja ini sudah baligh tetapi belum tentu aqil sehingga istilah remaja ini lebih tepatnya adalah seorang pemuda.

3. Aqil baligh dalam islam

Pada dasarnya Kedewasaan mental kini muncul di usia 22-24 tahun. Dalam proses menuju kedewasaan mental seorang remaja perlu mengetahui bahwa penanggung jawab utama pendidikan adalah ayah sedangkan Bunda adalah pelaksana pendidikan Tugas pengajaran bisa menitipkan ke sekolah, namun tugas pendidikan tetap di rumah, oleh karena itu Ayah dan Bunda harus saling bersinergi dalam mendidik anak.

Peran Remaja dalam Kehidupan

Berdasarkan hal tersebut, maka apa yang seharusnya remaja lakukan dalam kehidupan realitanya? Jawabannya yaitu:

  1. Pendidikan yang berani dan tegas di era modernisasi sekarang ini yang lebih khususnya; karena di era sekarang ini hampir semuanya sudah menggunakan teknologi.
  2. Dapat membangun tanggungjawab pada setiap kejadian dan relaita yang ada.
  3. Mampu memecahkan masalah serta peka terhadap lingkungan sekitar karena banyak sekali fenomena yang memang tidak diperkirakan ada.
  4. Mampu produktif atau mampu menafkahi dirinya sendiri dan masa depannya.
  5. Bisa mengembangkan diri dengan cara ikut berorganisasi, bekerjasama, memanajemen sesuatu, kepemimpinan, pemecahan masalah khususnya pada diri sendiri  serta peka terhadap lingkungan sekitar untuk mampu memecahkan sebuah masalah.

Pada kesempatan kali ini, Pak Adriano Rusfi, Psi. memberikan pemahaman mengenai fenomena pendidikan di rumah melalui perkembangan kognitif, seksual, sosial, moral dan tidak mengenal fase remaja. munculnya istilah remaja yang dewasa ini memberikan pengaruh cukup siginifikan bagi dunia pendidikan. Konsep pengajaran yang didelegasikan ke sekolah memberikan kesalahpahaman bagi orang tua untuk mengawal pendidikan di rumah, kebanyakan orang tua menangkap bahwa konsep pengajaran yang didelegasikan ke sekolah secara otomatis orang tua tidak perlu mengawal dan membimbingnya lagi disekolah pedahal pendidikan keluarga sangat sekali dibutuhkan oleh anak, masa depan dan kualitas anak justru ditentukan dari pendidikan dirumah

Kesimpulan

Mendidik Generasi ABCD (Aqil, Baligh, Cerdas, Dewasa) Melalui fenomena pendidikan di rumah dengan perkembangan kognitif, seksual, Sosial, Moral, dan tidak mengenal fase remaja

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *