Sesi Ngopi Vol. 1 “Blast merupakan sindrom yang disebabkan oleh broken home. Apakah akan mempengaruhi pada perubahan?”

flyer-artikel-5

Ngopi Vol. 1 bersama Setriani, M.Psi. Psikolog Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung

Kamis, 21 Oktober 2021, Schole Fitrah kembali lagi mengadakan kegiatan rutinan berupa literasi NGOPI (Ngobrol Pakai Ilmu) melalui live streaming Instagram. Hari keempat ini Schole Fitrah bersama teman-teman magang membawakan tema materi yang sangat menarik yaitu “BLAST”. BLAST singkatan dari Bored, Lonely, Angry & Afraid, Stress, and Tired. Blast merupakan sindrom yang disebabkan oleh broken home. Beberapa artikel mengungkapkan terkait BLAST yang muncul akibat seorang anak kurang mendapatkan figur dari seorang Ayah. Hal ini seperti halnya adanya masalah seperti broken home mengakibatkan kondisi keluarga tidak utuh akibat perceraian. Sehingga berdampak pada anak yang tidak mendapatkan haknya di rumah dan timbul ketidaknyamanan. 

Bored Lonely Angry & Afraid Stress and Tired

Bored Lonely Angry & Afraid Stress and Tired sendiri memiliki ciri khusus seperti malas, tidak produktif, tidak mau berinteraksi dengan orang lain, cukup sensitif, dan merasa kosong (tidak ada motivasi). Lantas bagaimana cara kita untuk mengatasi  BLAST? Blast sendiri hadir karena adanya asumsi yang sudah tertanam kuat pada diri kita, untuk itu hindarilah sumber stress dan fokus pada aktivitas lain agar produktif. Lebih lanjut Ibu Setriani mengatakan bahwa “Dampak yang cukup besar dari Blast akibat broken home yaitu membuat emosi mudah berubah-ubah, terlalu sensitif, berdampak pada pendidikan berupa kurangnya motivasi, dan berdampak pada sosial. Oleh karena itu itu, hal yang sering terjadi yaitu kecemasan, ketakutan untuk berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan sekitar. Jika mengalami BLAST, terimalah, bukan dengan menghindari namun dihadapi dan diatasi. 

Dari beberapa artikel mengungkapkan BLAST muncul akibat seorang anak kurang mendapatkan figur Ayah. Broken home itu unit keluarga yang tidak utuh seperti bercerai. Anak tidak mendapatkan hak nya dirumah, tidak merasa nyaman di rumah. Ciri-ciri dari BLAST antara lain yaitu malas, tidak produktif, tidak mau berinteraksi dengan orang lain, cukup sensitif, dan merasa kosong (tidak ada motivasi). Hindarilah sumber stress dengan fokus kepada hal lain, misalnya melakukan aktivitas agar produktif. 

Kesimpulan

BLAST merupakan sindrom yang penyebabnya dari permasalahan broken home. beberapa artikel mengungkapkan BLAST muncul akibat seorang anak kurang mendapatkan figur Ayah. Broken home itu unit keluarga yang tidak utuh seperti bercerai.tuh seperti bercerai.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *